Latest Entries »

Konsep Email Marketing Secara Singkat

Secara umum email marketing mencakup segala bentuk pemasaran yang melibatkan penggunaan email. Email Marketing tidak sama dengan Spamming (tindakan mengirimkan email kepada ribuan orang yang tidak meminta). Email marketing mulai dari pekerjaan yang besar seperti mengirimkan newsletter (buletin) atau email discussion list hingga pekerjaan yang sederhana termasuk membubuhkan signature pada seluruh email yang Anda kirim.

Setiap email yang Anda kirim dapat dianggap sebagai bagian dari aktivitas email marketing. Entah itu adalah email penjualan, newsletter (buletin) atau yang dalam bahasa inggris disebut ezine, atau email dari bagian support atau pun sebagai email tindak lanjut (follow-up) atau email yang menanyakan sesuatu; kapan saja Anda berhubungan dengan orang-orang yang telah setuju untuk berkomunikasi via email mengenai bisnis Anda. Jadi ini adalah aktivitas yang sangat erat berhubungan dengan bisnis Anda. Dan segala yang ada hubungannya dengan bisnis Anda harus melibatkan pemasaran. Nah sekarang seberapa efektifkah pemasaran berbasis email marketing?


Bagaimana Berkomunikasi Lewat Email kepada Calon Pelanggan
Apabila ada yang orang bertanya ke perusahaan Anda mengenai produk atau jasa Anda, pasti Anda memberikan informasi bukan? Setelah memberikan informasi, apakah Anda memberikan informasi lebih lanjut kepada mereka? Kebanyakan dari mereka menjawab 'tidak'. Alasannya apa? "Ya, mereka kan sudah dapat informasi, kalau saya telepon terus sepertinya mengganggu, apalagi jika saya telepon ke HP-nya, eh malah dimatiin," demikian jawaban dari mereka.

Sebenarnya 'prospek' bisa saja lupa dengan informasi awal yang Anda berikan, atau sedang ada masalah lain. Maka berikan informasi lagi kepadanya, dan jangan biarkan mereka mencari solusi kepada kompetitor Anda, padahal mereka bisa menjadi kastemer potensial Anda. Pada dasarnya, proses yang menghasilkan penjualan itu memakan waktu 5 atau 6 kali kontak. Maka ingat aturan 60 - 40. Artinya jika Anda tidak melakukan follow-up setidaknya setelah Anda berikan info pertama, Anda tidak akan berhasil dalam menjual!

Jika Anda menghubungi 'prospek' Anda 6 kali, maka secara persentase saya uraikan demikian :
Kontak pertama 44%
Kontak kedua 16%
Kontak ketiga 14%
Kontak keempat 12%
Kontak kelima 8%
kontak keenam 3%

Kesimpulannya adalah bahwa untuk mencapai 100% atau terjadinya penjualan atau demo produk, hal itu menuntut bahwa Anda harus mengirimkan pesan-pesan penjualan secara "follow-up"! Namun jangan lupa! satu metode dari pemasaran via email akan berfungsi dengan bagus apabila Anda memperlakukan mereka masing-masing secara individu. Hal ini dapat dilakukan apabila Anda mengirimkan mereka pesan dalam bentuk "personalized" artinya nama mereka disapa dan bukan pada kolom field : cc atau bcc dan berisi email-email orang lain. Memang Anda dapat melakukannya secara manual, namun alangkah manisnya apabila Anda melakukannya secara otomatis. Setelah itu Anda harus mengembangkan pesan-pesan berantai (follow-up) dan menyesuaikannya seraya waktu berjalan.

Nah sekarang coba ambil kertas dan pensil, kemudian tuliskan semua produk dan manfaat serta fiturnya. Ini akan membantu Anda dalam membuat pesan-pesan penjualan secara berurut (follow-up). Mulailah sekarang dengan sales letter Anda. kemudian modifikasi isinya seraya waktu berlalu. Jangan terlalu panjang karena pembacanya akan bosan dan tidak akan dibaca semuanya.

Pesan kedua Anda hendaknya dikirim satu hari atau beberapa hari kemudian setelah kontak pertama. Berikan informasi lebih banyak, lebih detail, dan paling penting adalah lebih banyak MANFAATNYA. Mungkin Anda dapat menulis beberapa paragraf dan memasukkan artikel gratis mengenai keahlian Anda! 'Prospek' Anda akan melihat tsb dan akan menghargai hal itu, sehingga penjualan Anda pun akan meningkat!

Kemudian pesan tindak lanjut Anda akan berfungsi sebagai pengingat yang seharusnya dikirim satu atau dua hari setelahnya. Lakukan sekarang segera! Jangan lupa di sini Anda bisa sebutkan lebih banyak manfaat, atau penawaran khusus - intinya buat mereka untuk membeli!

Pesan tindak lanjut berikutnya hendaknya dikirim ada selang waktu yang jelas seminggu setelahnya karena dapat membuat mereka jengkel. Jadi dengan singkat uraikan produk atau jasa Anda lagi (karena bisa saja 'prospek' Anda sudah lupa akan hal itu!) Dan tekankan hal yang paling penting, atau tanyakan mereka alasan mereka belum mengambil keputusan atau siapa tahu mereka punya pertanyaan lain.

Saya harap artikel ini akan membantu Anda untuk mengembangkan suatu sistem yang dapat melakukan tindak lanjut seluruh 'prospek' Anda. Ingat sekali Anda lakukan hal itu – teruskan!



[ dikutip dari artikel-artikel Bob Julius Ongo ]

1 comments:

Minh Hoàng said...

Thanks a lot! I just can say...God bless you, ever!responsive video theme