Latest Entries »

ADELAIDE: Paduan Keanggunan Berkelas dan Kehangatan Suasana (1/2)

Tidak mudah untuk menggambarkan Adelaide yang kosmopolitan dalam selubung keindahan dan ketenangan tebaran taman-tamannya ini secara spesifik. Satu sisi merupakan pusat budaya Australia. Tempat diselenggarakan festival musik, kesenian, film dan kesusasteraan internasional. Tuan rumah Thinker-in-Residence, Festival of Ideas dan Fringe Festival. Di lain sisi, Adelaide adalah kota tua yang menawan.
Secara umum, Adelaide memiliki iklim klasik Mediterania dengan musim panas yang kering dan kaya sinar matahari serta musim dingin yang sejuk dan lembap.
Ibu kota Australia Selatan ini dirancang tahun 1837 oleh Kolonel William Light seorang surveyor Militer Inggris berdasarkan rancangan klasik kota-kota di Italia yang dikaguminya saat mengikuti Grand Tour di masa muda. Kolonel William Light membagi kota ini dalam zona-zona berluas sama dan sejajar, dimana setiap zona dihiasi dengan taman-taman dan ruang publik serta dikelilingi daerah yang menghijau. Hasilnya, saat ini sebagian besar pusat kota Adelaide berada di dalam taman.
Panggilan Telepon
Untuk menghubungi Adelaide dari Indonesia, putar kode negara Australia, 61, kode area untuk Adelaide, 8, dan kemudian nomor teleponnya.

Adelaide adalah kota yang nyaman dan menyenangkan untuk dijelajahi dengan kaki. "Kota ini merupakan salah satu kota terbaik di dunia untuk berjalan kaki. Seperti mayoritas penduduk kota ini, saya berjalan kaki ke kantor setiap hari dan berjalan santai berkeliling Kebun Raya (Botanic Gardens of Adelaide) saat membutuhkan sedikit inspirasi", kata Mike Rann, kepala pemerintahan Australia Selatan yang lahir di Inggris dan dibesarkan di Selandia Baru. Tempat terbaik untuk mengawali penjelajahan adalah North Terrace. Ini merupakan kawasan budaya Adelaide,
sebuah jalan besar dengan jajaran pohon yang menyenangkan dimana perjalanan pendek di atas kaki dari South African War Memorial di sudut King William Street akan membawa melewati pintu gerbang Government House (tempat perwakilan Ratu bermukim; dan terbuka untuk umum hanya dua kali dalam setahun) lalu ke State Library of South Australia, South Australian Museum dan Art Gallery of South Australia.

South Australian Museum yang dapat dengan mudah dikenali melalui kerangka ikan paus di jendela depan besarnya itu, dapat dikatakan memiliki koleksi artefak bangsa Aborigin terbaik di dunia serta ruang pamer geologi dan batu opal negara bagian ini (Australia Selatan merupakan penghasil 80% opal di dunia).
Lantai tiga dipersembahkan untuk hidup dan petualangan Sir Douglas Mawson, seorang penjelajah Antartika terhebat dari Australia. Di sebelah museum ini, berdiri Art Gallery of South Australia dengan perpaduan seni modern dan kolonial yang sempurna. Di dalamnya terpajang beberapa hasil karya para pelukis impresionis asal Australia; Charles Condor, Frederick McCubbin, Arthur Streeton dan Tom Roberts yang lukisan-lukisannya memamerkan kehangatan dan kekayaan warna lanskap negeri kanguru.

Sedikit lebih jauh di sepanjang North Terrace terdapat Ayers House, mansion berbatu biru abad ke-19 yang elegan dan merupakan museum resmi National Trust of South Australia. Dari tahun 1878 hingga 1897, rumah ini merupakan kediaman Sir Henry Ayers,
mantan kepala pemerintahan Australia Selatan yang namanya diambil untuk menamakan Ayers Rock (daerah bukit batu). Setelah itu ada Kebun Raya (Botanic Gardens of Adelaide) dengan rumah kaca dan hutan hujan yang terdapat di dalamnya. Saat berjalan di sepanjang North Terrace, jangan sampai terlewat museum di depan perpustakaan yang didirikan untuk menghormati kontribusi luar biasa dari Sir Donald Bradman. Beliau seorang pahlawan olahraga Australia (dan warga lama Adelaide) yang bermain kriket di masa keemasan permainan ini yaitu pada tahun 30an dan 40an.

Apabila menganggap teramat sayang untuk melewatkan hari yang indah di dalam museum, maka beberapa alternatifnya adalah pergi ke pantai, berpiknik atau menyaksikan pertandingan kriket. Untuk pergi ke pantai, cara terbaik mencapainya adalah dengan trem/kereta listrik asli buatan tahun 1929 yang bergerak dari Victoria Square di dalam kota menuju Glenelg yang berlimpah sinar matahari. Jika ingin berpiknik, semua bahan yang diperlukan bisa didapatkan di Central Market. Kios-kios di pasar ini merupakan limpahan harta karun bahan makanan tersegar Australia bagian Selatan; keju buatan tangan yang berasal dari wilayah Adelaide Hills dan Kangaroo Island, daging asap dari toko-toko daging Jerman di Barossa Valley, serta buah kering dari Riverland.
Sedangkan untuk melihat kriket hanya bisa dilakukan saat musim tanding olahraga kriket, yaitu dengan berjalan-jalan hingga ke lapangan kriket Adelaide Oval. Tempat ini merupakan salah satu lapangan tercantik di dunia dengan kebun mawarnya. Bahkan jika ketika di sana tidak mengerti permainan kriket pun, suasana dan atmosfernya saja sudah sangat menghibur.
Jalan-Jalan & Budaya



0 comments: