Latest Entries »

WINTERTIME: Festival Musim Dingin

Musim dingin yang identik dengan salju, ternyata dirayakan dengan berbagai macam festival di tiga negara yang sudah akrab dengan suhu di bawah nol derajat celcius itu. Ada yang memanfaatkan es sebagai atraksinya, ada yang berusaha melupakan dinginnya udara, dan ada juga yang mengenang sejarahnya dengan cara yang unik.


HARBIN, CINA: Festival Es dan Salju

Harbin yang merupakan kota salju di Cina ini sebenarnya terletak lebih utara dibandingkan kota beku Vladivostok, yang hanya 300 mil jauhnya dari Rusia. Daripada berdiam diri dan membeku selama musim dingin yang lebih panjang dibandingkan tempat-tempat lain dengan suhu rata-rata minus 16,8 celcius sampai dengan kemungkinan suhu jatuh hingga minus 38,1 celcius, penduduk Harbin setiap tahun merayakannya dengan festival dan kompetisi memahat es. Kegiatan ini merupakan salah satu produk pariwisata unik di Cina.

Harbin Ice & Snow Festival adalah festival musim dingin yang kaya akan atraksi bagi turis. Festival ini biasanya berlangsung dari 15 Januari hingga 15 Februari, tapi kadangkala dibuka sebulan lebih awal dan terus berlangsung hingga Maret karena saat itu udara masih cukup dingin. Sebagian besar dari pahatan yang dipamerkan di festival salju ini untuk diperlombakan. Setiap tim peserta mempunyai satu paket salju untuk dipahat dengan ketinggian hingga tiga meter. Selain dari Cina, peserta juga berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk Rusia, Jepang, Kanada, Perancis, bahkan Afrika Selatan.

Patung dan pahatan di Harbin sudah ada sejak zaman Manchu di abad ke-16. Namun festival khusus patung es dan salju baru mulai dikenalkan pada tahun 1963, kemudian diselenggarakan rutin setiap tahun sejak 1985 hingga berkembang menjadi sangat besar dan berhasil menarik jutaan turis dari seluruh dunia. Patung dan pahatan es yang dihasilkan pun telah menjadi semakin artistik dan beragam. Semakin menarik bila disaksikan pada malam hari karena patung-patung tersebut dihiasi lampu warna-warni, sehingga terlihat lebih indah. Selain itu, festival film, lukisan, kaligrafi dan pameran foto juga menambah deretan program yang dapat diikuti turis pada festival ini. Uniknya lagi, ada penampilan penyanyi dan penari tradisional, serta upacara pernikahan di atas es!


MOSKOW, RUSIA: Lebih Dingin, Lebih Hidup

Sepanjang tahun, negara Beruang Merah ini lebih akrab dengan suasana muram musim dingin meskipun sesungguhnya terdapat empat musim di sana. Lapisan salju yang menebal di sekitar bulan Desember hingga Januari menambah rasa dingin, karena suhunya bisa mencapai minus 10 celcius. Tetapi bukan berarti kehidupan di kota ini lantas sunyi senyap. Warga Moskow yang juga sering disebut dengan Muscovites, punya agenda acara yang digelar guna membantu melupakan sejenak rasa dingin dan musim yang bisa berlangsung hingga bulan Maret ini.

Festival Musim Dingin yang diadakan sejak tanggal 25 Desember hingga 5 Januari memang diadakan di seluruh penjuru Rusia. Di Moskow, festival ini bertempat di Taman Izmaylovo. Taman yang cukup luas tersebut disulap menjadi sebuah taman hiburan di tengah kota, lengkap dengan berbagai macam atraksi yang akan membuat pengunjung ikut berpesta. Konser penyanyi serta musisi lokal maupun kelas dunia tidak jarang
digelar di festival yang tidak memungut biaya sepeser pun ini. Pengunjung bebas melakukan kegiatan apa saja. Naik papan seluncur melalui hutan yang berhias salju atau hanya sekedar mencicipi makanan dan vodka khas penduduk setempat sambil menyaksikan konser. Semua orang benar-benar bisa terlibat dalam rangkaian kegiatan yang diadakan dan merasakan gegap-gempitanya festival. Ada juga tarian tradisional yang dilakukan dengan mengelilingi pohon Tahun Baru (yolka) yang penuh hiasan seperti layaknya pohon Natal.

Di Rusia, Festival musim dingin tidak hanya dirayakan saat musim dingin sedang berlangsung. Saat akan segera berakhir dan menyambut datangnya musim semi yang indah, penduduk Moskow merayakannya dengan menggelar Festival Shirokaya Maslenitsa atau dikenal sebagai Pekan Pancake. Pancake yang dianggap melambangkan matahari bundar dan berwarna kuning keemasan memang menjadi menu utama yang disantap di festival ini. Biasanya disantap dengan olesan mentega, madu, atau yang paling khas dari Rusia adalah dengan caviar. Selain itu, berbagai jenis makanan juga dapat ditemukan di festival ini.
Tak kalah dengan Festival Musim Dingin sebelumnya, di Pekan Pancake yang biasanya dirayakan pada pertengahan Februari ini juga menawarkan berbagai macam kegiatan atau atraksi yang memukau dan kompetisi menantang yang dilakukan di jalan-jalan Moskow dengan tujuan agar semua orang berpartisipasi. Pagelaran musik tradisional masih menjadi daya tarik utama. Pemain musik tradisional garmoshkas (bentuknya mirip akordeon) dengan pakaian khas Rusia yang kaya warna akan mengiringi dansa bersama Muscovites dengan lagu-lagu riang.


BERN, SWISS: Onion Market

Di Bern, ibukota Swiss, Onion Market atau Zibelemärit diselenggarakan setiap tahun, tepatnya pada hari Senin keempat bulan November. Pada hari itu pusat kota dipenuhi khusus oleh para pedagang bawang. Bawang hasil panen ini bukan dijual mentah begitu saja, melainkan dirangkai dengan bentuk pohon, rangkaian panjang maupun lingkaran serupa dekorasi natal yang sangat digemari keluarga. Selain itu, bawang juga dijual dalam bentuk yang sudah diolah, seperti zwiebelkuchen (pai bawang), sup bawang, serta sosis bawang yang menggugah selera. Karena hanya digelar satu hari setiap tahunnya, pasar bawang ini sudah dimulai sejak dini hari pukul 3 pagi dan ditutup pada hari yang sama pukul 4 sore. Selama pasar ini dibuka, biasanya anak-anak sangat antusias ikut serta dalam perang konfeti yang meriah hingga pasar ditutup.


GENEVA, SWISS: Escalade

Festival tahunan ini khusus diselenggarakan sebelum Natal, menjelang tanggal 11 Desember. Nama Escalade yang berarti tangga, merupakan peringatan kemenangan Swiss atas serangan serdadu Duke of Savoy yang berusaha memasuki kota dengan menggunakan tangga untuk menaiki tembok. Para penduduk mempertahankan kota dengan mengandalkan meriam, senjata ringan, dan... sayur sop! Menurut kisah yang diceritakan turun-temurun, Mere Royaume adalah seorang perempuan Swiss yang menyiramkan sayur sop panas
dari kuali besarnya untuk menyerang serdadu lawan sampai mereka menyerah. Kisah tersebutlah yang diperagakan secara parodi di festival meriah ini. Parade berlangsung melalui jalan utama Geneva dan melintasi wilayah kota tua. Banyak anak-anak mengenakan kostum warna-warni dan mengikuti parade sambil bernyanyi gembira sepanjang jalan. Festival juga semakin ramai dengan dijualnya cokelat dalam bentuk kuali sayur sop, yang merupakan momen-momen ditunggu oleh para pengunjung.



sumber :
Panorama Magz (2007)
http://www.argophilia.com/
http://en.wikipedia.org/
http://www.infojustice.com/
http://lady.tochka.net/
http://utc-mguki.ru/
http://www.yvesmaurer.ch/
http://www.lake-geneva-switzerland.com/






Search Amazon.com for Winter Festivals

0 comments: