Latest Entries »

PANDUAN WISATA HIJAU: Cara Nyata Untuk Bepergian Secara Bertanggungjawab - Dan Tetap Bersenang-Senang (1/2)

Kita semua sudah tahu bahwa sebaiknya kita memakai handuk hotel beberapa kali dan meminta agar seprei kamar tidak diganti setiap hari, tetapi apa lagi yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampak negatif kita saat bepergian? Panduan ini akan membantu Anda. Ada langkah yang besar, ada yang kecil, tetapi semuanya bisa berarti, terutama jika kita lakukan bersama-sama.


PERENCANAAN
1. BAWA SERTA ETIKA LINGKUNGAN ANDA. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tidak mempraktikkan kebiasaan lingkungannya saat bepergian, termasuk mematikan lampu dan menghemat air.
2. CABUT KABEL DI RUMAH ATAU KANTOR. Sebelum berangkat, cabutlah kabel semua peralatan yang tidak digunakan selama Anda pergi, seperti komputer, charger, televisi, pemutar video game dan microwave. Hingga sepuluh persen listrik di rumah terbuang oleh alat yang tak terpakai seperti ini.
3. JANGAN MEMAKAI KERTAS. Rencanakan dan pesan keperluan perjalanan secara online, lalu jika perlu, cetak peta dan materi lain di kertas daur-ulang. Selalu minta e-ticket, agar menghemat waktu, uang, dan pohon.
4. TENTUKAN TANGGAL DENGAN CERMAT. Mengunjungi beberapa tujuan wisata pada masa sibuk dapat meningkatkan dampak negatif Anda, jadi lebih balk jika Anda ke sana sebulan lebih awal atau lebih lambat.
5. BERKUNJUNG SAAT ADA PERAYAAN. Perayaan setempat yang meriah merupakan jendela untuk menyaksikan budaya suatu tempat wisata. Dengan menyesuaikan jadwal perjalanan dengan acara seperti itu, Anda menghidupkan kerajinan dan adat tradisional. Sebelum berangkat, telitilah sejarah dan tradisi perayaan itu serta daerah yang akan dikunjungi. Pengetahuan ini akan memperkaya pengalaman Anda dan mungkin mengurangi dampak negatif Anda.
6. TANDA TANGANI IKRAR PELANCONG BERTANGGUNG JAWAB. Tanda tangani Ikrar Pelancong Bertanggung Jawab Sahabat Warisan Dunia, lalu mulailah turut melestarikan ciri khas alam dan budaya yang menjadikan tempat wisata Anda begitu istimewa.


PENGINAPAN
7. PILIH HOTEL ENERGY STAR. Sebelum memesan kamar hotel (di Amerika Serikat), kunjungi situs Energy Star for Hospitality untuk melihat hotel mana saja yang telah meraih label Energy Star. Dibandingkan dengan hotel yang memiliki nilai efisiensi rata-rata, tempat-tempat Energy Star menggunakan energi 30 hingga 35 persen lebih sedikit.
8. DUKUNG PRAKTIK WISATA HIJAU. Pilih operator tur yang mendukung wisata hijau melalui kebijakan pemesanan dan operasional mereka.
9. PESAN DENGAN PENUH TANGGUNG JAWAB. Ungkapkan kepada dunia perhotelan bahwa pengelolaan yang aman secara lingkungan itu penting bagi Anda, dengan menginap di tempat yang bersertifikasi dan ramah lingkungan. Tanyakan sertifikasi lingkungan seperti Green Globe, CERES' Green Hotel Initiative (GHI), Coalition for Environmentally Responsible Conventions (CERC), dan Environmentally Friendly Hotels.
10. PESAN HOTEL BARU. Bangunan hotel baru bisa jadi memiliki fitur-frtur penghemat energi yang canggih. Peralatan dan sistem pemanasan atau pendinginan yang baru beroperasi lebih efisien, hingga lebih menghemat energi.
11. TINGGAL DI TEMPAT SEDERHANA. Saat mencari tempat menginap, pilih alternatif yang paling kecil dan sederhana. Tempat kecil dengan perlengkapan lebih sedikit memakai energi lebih sedikit, dan biasanya memberikan layanan yang lebih pribadi dan lebih berkarakter lokal.
12. SURVEI "KESAN TEMPAT". Melancong yang bertanggung jawab bukan cuma soal mendaur ulang sampah dan mematikan lampu. Tapi juga mendukung penginapan yang memperkuat kesan tempat. Melindungi ciri khas dan keaslian tujuan wisata. National Geographic Center for Sustainable Destinations memberi tautan ke tempat-tempat bertanggung jawab bagi pejalan yang mencari pengalaman bepergian lebih nyata.
13. TANYA TENTANG KOMPOS. Hotel dan restoran yang memiliki program kompos tidak membuang berton-ton sampah organik, seperti sisa makanan dan bungkus kertasnya ke tempat pembuangan sampah. Sampah itu diubah menjadi humus, bahan organik untuk penataan halaman, tanah pot dan pertanian.


BERKEMAS
14. BERKEMAS RINGKAS. Berkemas ringkas akan memudahkan Anda mencapal tujuan, selain mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tinggalkan sepatu dan pakaian ekstra di rumah, pilih pakalan tahan lama berwarna netral yang mudah dipadu-padan guna menciptakan penampilan yang berbeda-beda selama beberapa hari perjalanan.
15. BAWA BOTOL AIR SENDIRI. Lebih dan 60 juta botol air plastik dibuang di AS setiap hari. Pelancong dapat turut mengurangi sampah itu, dengan mendaur ulang atau mengisi ulang botol air dengan air bersih.
16. BAWA BEKAL. Penduduk AS umumnya menghasilkan sekitar dua kilogram sampah setiap hari dan lebih dari sepertiganya berasal dari wadah dan kemasan. Saat Anda bepergian, bawalah bekal atau kudapan dengan wadah yang dapat digunakan lagi: cuci dan gunakan lagi wadah itu untuk mengurangi penggunaan bungkus.
17. BAWA PENGISI DAYA BATERAI. Setiap tahun orang Amerika membeli hampir tiga miliar baterai sel kering yang mengandung timbel, kadmium, nikel dan logam berat lain. Jika baterai dibuang dengan cara salah di tempat pembuangan, dapat mencemari udara, tanah dan air. Penggunaan baterai isi ulang dapat menghemat uang dan menyelamatkan lingkungan.
18. DAPATKAN PETA HIJAU. Peta Hijau yang dirancang secara lokal di Green Map bisa menjadi penolong menjelajahi tempat baru melalui sudut pandang yang ramah lingkungan. Tersedia peta interaktif dan dapat diunduh untuk 475 kota, desa dan lingkungan di seluruh dunia. Di Indonesia, antara lain tersedia green map Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Setiap peta menonjolkan sumber daya budaya dan alam lokal yang asli dan diharapkan dapat terus lestari dengan kunjungan berwawasan.
19. GUNAKAN PERLENGKAPAN YANG TEPAT. Pilihlah perlengkapan perjalanan dan pakaian yang ramah-lingkungan, terbuat dari bahan alami hasil daur ulang, dipakai ulang, organik, atau lestari.
Sustainable Travel International menerbitkan "Green Gear and Gift Guide" tahunan yang menampilkan perlengkapan perjalanan penting ramah lingkungan dan diperdagangkan secara adil. Sebelum membeli, kunjungilah situs web untuk meneliti kegiatan kemasyarakatannya.
20. BAWA TAS BELANJA PAKAI-ULANG. Membawa tas kanvas standar atau tas kain lain yang kokoh dan dapat dicuci adalah cara mudah untuk ikut mencegah agar kantong plastik tidak memenuhi tempat pembuangan dan tepi jalan, menghemat energi, dan melindungi kehidupan laut. Gunakan tas itu, bukannya tas plastik atau kertas yang diberikan toko, ketika Anda membeli sesuatu dalam perjalanan.


DALAM PERJALANAN
21. MINIMALKAN SAMPAH. Saat bepergian, hindari membeli benda sekali-pakai jika ada alternatif benda pakai-ulang, seperti wadah makanan styrofoam. Mungkin sulit jika membawa anak-anak, terutama jika Anda menggunakan tisu sekali-pakai dan jus kemasan. Tapi upaya ekstra ini menjadi teladan yang baik.
22. ULURKAN TANGAN. Berikan dampak positif kepada masyarakat mana pun yang Anda kunjungi, dengan berbuat baik dalam bentuk apa pun, meski banya sekadar memungut sampah di pantai. Untuk mengetahui daftar organisasi yang menawarkan perjalanan sukarela, kunjungilah National Geographic Green Guide.
23. PANASKAN/DINGINKAN RUANGAN. Karena tamu hotel lebih banyak melewatkan waktu di luar kamar daripada di dalam, maka menyetel ulang termostat saat meninggalkan ruangan adalah salah satu langkah termudah dalam menghemat energi. Setel termostat 4-5 derajat di atas setelan nyaman bagi Anda saat cuaca panas atau di bawahnya saat cuaca dingin. Perhatikan kinerja perantinya apakah sudah sesuai dengan setelan Anda.
24. MATIKAN LAMPU. Saat meninggalkan kamar hotel, matikan lampu, televisi, komputer atau laptop. dan radio. Untuk mengbemat listrik di musim panas, tutup tirai dan kerai untuk mengurangi panas masuk ke dalam kamar. Pada musim dingin, buka tirai dan kerai bila hari cerab untuk memasukkan kehangatan matahari.
25. CUCI SENDIRI PAKAIAN. Mencuci pakaian di jasa penatu hotel itu mahal, juga membuang-buang air karena hotel mencuci pakaian tiap tamu secara terpisah, meski jumlahnya hanya sedikit. Tunda mencuci pakaian sampai pulang, atau gunakan laundromat swalayan.



0 comments: