Latest Entries »

VANCOUVER: Metropolis Berbalut Keindahan Gunung Dan Pantai (1/2)

Bersemai di antara lautan dan pegunungan, Vancouver adalah tempat yang penuh sihir dan pesona. Banyak yang bisa dinikmati di sini. Usai melahap sarapan, bisa berselancar kemudian ber-ski di kala siang. Tepat sebelum surya tenggelam, bisa mengarungi feri menuju Sunshine Coast.

Apakah saat ini ada yang sedang mencari kota yang berdiri di antara deru ombak dan pegunungan bertudung salju? Kota metropolitan yang sibuk, namun tetap menyimpan keindahan alam yang mempesona, bahkan kepada turis yang rajin berkelana sekalipun? Tempat dimana hutan perawan di tepi pantai menyapa pelabuhan yang sibuk, restoran, hotel-hotel kelas dunia, dan pusat perbelanjaan yang ramah bagi dompet? Vancouver adalah jawabannya, sebuah kota megah di provinsi British Columbia yang berbatasan langsung dengan laut Pasifik. Meski luasnya cuma 114 kilometer persegi, sedikit lebih sempit dari kota Bandung, tapi ia sanggup mewujudkan segala imajinasi akan sebuah liburan yang sempurna. Dari petualangan alam sampai ke festival seni, dari keragaman budaya sampai ke olimpiade musim dingin, semua itu menempatkan Vancouver dalam daftar kota yang wajib dikunjungi di muka bumi.

Wajah manis kota terasa mulai dari gerbangnya: Port Metro Vancouver. Pelabuhan terbesar di Kanada ini adalah pintu masuk perdagangan antara Amerika Utara dan Asia Pasifik. Menginjakkan kaki di sini, kita akan disambut oleh sederet hotel-hotel mewah yang bertengger di tepi laut. Layar-layar putih yang biasa terpampang di kartu pos adalah atap dari Pan Pacific Hotel. Berdiri tepat di ujung dermaga, hotel ini memiliki kamar-kamar berdesain cantik dengan jendela-jendela yang menghadap langsung ke lautan, pegunungan, serta pusat kota. Para warga juga tak ragu merekomendasikannya kepada turis-turis asing. Pan Pacific Hotel dianggap sebagai cara termudah menunjukkan keindahan horizon Vancouver dalam satu sapuan mata.

Selesai check-in, dan mata puas menatap pemandangan dari balik jendela, kini saatnya bersentuhan langsung dengan Vancouver. Lokasi pertama yang ideal dikunjungi adalah Stanley Park, taman kota terbesar di Kanada dengan luas 400 hektare, setara tiga kali luas Kebun Binatang Ragunan. Di sekelilingnya membentang jalan sejauh 10 kilometer yang biasa dimanfaatkan pengunjung untuk bersepeda, bermain roller-blade, ataupun jalan santai. Tapi makna Stanley Park sebenarnya lebih dari sekedar paru-paru kota. Ia merupakan surga pelepas penat bagi para warga sekitar. Di akhir pekan, rombongan orang akan menyemuti taman ini guna bersantai dan bercengkrama. Aktivitas populer di sini disebut 'Starbucking', yakni duduk-duduk di salah satu kedai, lalu menyeruput kopi panas sembari menikmati detik-detik putaran bumi.
Vancouver sempat menikmati boom kedai kopi era 1990-an, seperti yang terjadi pada kota tetangga mereka Seattle di seberang perbatasan dengan Amerika. Berdiri anggun di tengah Stanley Park adalah Vancouver Aquarium, akuarium terbesar di Kanada dan salah satu yang termegah di Amerika Utara. Buka nonstop 365 hari setahun, tempat ini mengoleksi tak kurang dari 20 ribu jenis hewan, termasuk ikan paus Beluga, lumba-lumba, dan ular raksasa.

Usai menjelajahi Stanley Park, agenda berikutnya adalah menyambangi tiga pantai indah di Vancouver: Third Beach, Second Beach, dan English Bay (First Beach). Yang terakhir ini terletak di jantung kota, tepatnya di area West End. English Bay merupakan pantai yang paling banyak didatangi warga. Di sini jugalah perayaan tahun baru Polar Bear Swim diadakan, yakni sebuah ritual konyol di mana para warga berlomba-lomba menceburkan diri ke laut Pasifik yang beku demi menyambut pergantian tahun. Total ada 11 pantai yang bisa dikunjungi di Vancouver. Wajar saja jika pergi ke pantai menjadi aktivitas pelesir nomor wahid di sini. Tren ini turut didukung oleh keberadaan infrastruktur yang nyaman untuk menuju kawasan pesisir. Beragam kegiatan yang marak dilakukan di pantai adalah voli pantai, renang, selancar angin, berlayar, dan kayaking. Pengunjung yang malas bergerak biasanya lebih memilih duduk-duduk rileks di atas pasir sambil menyirami tubuh dengan cahaya matahari.

Tapi jika suasana pantai tak cukup memikat, silahkan meluncur ke pusat perbelanjaan utama Vancouver di Robson Street untuk mencelupkan kaki ke dalam sepatu-sepatu rancangan desainer ternama. Butik-butik luks, kafe beraneka warna, dan berbagai toko yang menjual barang kebutuhan harian berkumpul di jalan yang berada di pusat area downtown ini. Downtown Vancouver adalah peninsula mini yang diapit laut di ketiga sisinya. Robson Street juga dikenal sebagai pusat wisata kuliner. Berbagai restoran asing dan lokal menghuni jalan ini menawarkan bermacam menu dan harga. Berkat bahan berkualitas dan harga yang terjangkau, restoran jepang adalah yang paling tinggi pamornya. Harga sushi di sini sama murahnya dengan harga makanan cepat saji di manapun di Vancouver.

Salah satu restoran Jepang terbaik adalah Guu yang terletak di antara Robson dan Thurlow Street. Di sini tradisi kuliner Jepang bertemu dengan nouveaux cuisine, hingga melahirkan menu-menu sushi atau teriyaki yang unik. Restoran dengan atmosfer teater ini diasuh oleh dua orang koki yang memasak menu gaya tapas Jepang. Dari belakang bar mereka tak henti-hentinya meneriaki para pelayan saat pesanan sudah siap. Suasananya sangat meriah dan akrab. Makanannya pun lezat dan atraktif. Mayoritas tamu di sini adalah pelajar Jepang -para pegawai restoran terlihat sepantaran dengan mereka. Teriakan-teriakan koki bisa dilacak akarnya dalam tradisi bar Izakaya jepang. Tapi para pengusaha muda ini memasukkan elemen pop dan budaya barat untuk membuatnya lebih pas dengan semangat zaman.

Daerah wisata tertua di Vancouver adalah Gastown, sekitar 20 menit jalan kaki dari Robson Street. Berjalan kaki dan menaiki bus atau trem adalah cara terbaik menyusuri sudut-sudut kota. Seperti kota besar lainnya, jalan-jalan di Vancouver sangat padat di jam-jam sibuk. Karena itu menyewa mobil sangat tidak disarankan, kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa dengan kondisi macet. Gastown adalah permukiman yang dinamis; memiliki area penuh cahaya gaya era Victoria, jalan beraspal batu-batu mungil, dan jam bertenaga uap pertama di dunia. Kita bisa menemukan banyak toko souvenir dengan harga terjangkau di sini, bersanding dengan sejumlah Irish pubs dan galeri-galeri seni.
Para 'Vancouverites' yang jumlahnya 600 ribu jiwa itu sangat bangga akan karisma kota mereka. Bagaimana tidak, mereka bisa menikmati hidup penub privilese di sana. Contoh kecil saja, warga setempat bisa menyempatkan diri berenang di pantai pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor.



0 comments: