Latest Entries »

GREAT CONCERTO: Kunjungan Wisata Ke Gedung Opera

Memakai busana formal lalu duduk anggun mendengarkan musik akustik, Cara unik menikmati wisata ke suatu negeri: berkunjung ke gedung opera. Aneka konser dan pertunjukan digelar di sana guna menghibur jiwa-jiwa para warga yang kering terperas oleh rutinitas hidup. Kian besar kotanya, kian padat penduduknya, biasanya kian megah pula gedung operanya. Berikut empat gedung yang menjadi landmark kota dan layak masuk daftar kunjungan wisata.



BEIJING GRAND NATIONAL THEATER
Keajaiban arsitektur Beijing tak cuma terlihat dalam stadion sepak bolanya. Kota ini juga memiliki Beijing National Theater, salah satu gedung opera tercanggih di dunia. Dirancang oleh arsitek Prancis Paul Andreu, bangunan ini memiliki kubah elips setinggi 46 meter yang terbuat dari perpaduan kaca dan titanium -bahan yang biasa ditemukan di pesawat luar angkasa. Saat malam tiba, kubah akan mengeluarkan cahaya dengan warna yang berubah-ubah sehingga menghasilkan pemandangan yang mengagumkan layaknya simfoni cahaya gedung-gedung di Hong Kong. Sementara sebagian atapnya dibuat semi transparan sehingga pengunjung bisa memandang langit dari dalam gedung.

Berdiri di lahan seluas 12.000 meter persegi, Beijing National Theater bisa menampung hingga 5.452 orang, atau sepuluh kali lipat kapasitas Gedung Kesenian Jakarta. Proses konstruksinya dimulai pada 2001 dan baru selesai enam tahun kemudian. Bentuknya yang futuristik terlihat sangat kontras dengan bangunan bersejarah di sekitarnya, sebut saja Tiananmen Square, Great Hall of The People, dan Forbidden City.
West Chang'an Avenue, Xicheng District Beijing, China 100031; T.86 10 6655 0000; www.chncpa.org


ESPLANADE
Banyak orang menyebutnya "gedung durian" karena bentuknya yang memang mirip buah durian. Esplanade adalah pusat pergelaran kesenian utama di Singapura. Terletak di Marina Bay, ia menjadi ikon Negeri Singa sekian lama sebelum akhirnya tersisih oleh kehadiran Singapore Flyer yang bertengger pongah di langit kota. Meski begitu, pamor Esplanade di kalangan pekerja seni belumlah pudar. Ia masih dipandang sebagai barometer di kawasan Asia Tenggara -belum disebut seniman hebat jika belum manggung di sini. Aula konser Esplanade sanggup menampung 1.600 kursi, ditambah ruang teater berkapasitas 2.000 kursi. Tersedia pula Theater Studio dengan kapasitas lebih kecil. Esplanade juga mempunyai ruang pameran berbentuk kurva dan perpustakaan pertama di Singapura yang menyajikan literarur dan materi audio-visual khusus musik dan teater.
Esplanade Drive, Singapore 038981; T.65 6828 8377; www.esplanade.com


SIDNEY OPERA HOUSE
Gedung opera yang diresmikan pada 1973 oleh Ratu Elizabeth II ini merupakan kekayaan arsitektur modern abad ke-20 yang dikagumi secara internasional dan menjadi kebanggaan rakyat Australia. Dirancang oleh desainer Denmark Jorn Utzon, gedung beratap laksana kerang ini memberikan pantulan dari keramik putihnya di pagi hari dan cahaya bulan di malam hari. UNESCO pun memasukkannya dalam daftar World Heritage Site pada juni 2007.

Concert Hall yang merupakan ruangan terbesar di bagian dalam gedung ini memiliki daya tampung 2.679 kursi dan menjadi rumah bagi Sydney Symphony. Opera Theatre yang berkapasitas 1.507 kursi digunakan oleh Opera Australia dan Australian Ballet, sedangkan Drama Theatre dengan 544 kursi sering dipakai oleh Sidney Theatre Company.
480 Elizabeth St Surry Hills, NSW 2O1O, Australia; T.161 29319 1088; www.sydneyoperahouse.com


OSLO OPERA HOUSE
Gedung opera ini unik karena menaruh perhatian pada lingkungan. Sisi selatannya disusun oleh kaca selebar 450 meter persegi yang sebagian besarnya dilengkapi teknologi panel surya. Panel-panel ini akan bekerja di siang hari, menyerap panas matahari lalu mengubahnya jadi listrik berdaya 20 ribu kilowatt, atau setara konsumsi energi tahunan rata-rata rumah di Norwegia. Dari segi arsitektur, Oslo Opera House mengusung konsep yang terinspirasi oleh alam. Mengombinasikan materi marbel dan kaca, eksterior gedung dirancang berbentuk bongkahan es yang mengapung di atas permukaan air. Pengunjung bisa berjalan-jalan di atapnya seraya menatap laut, seolah sedang berada dalam taman di pesisir. Biro perancangnya Snohetta mengaku inilah satu-satuya gedung opera yang atapnya bisa dilalui pedestrian. Keunikannya ini diakui dunia, terbukti Oslo Opera House berhasil meraih penghargaan dalam World Architecture Festival di Barcelona, Spanyol. Gedung ini berdiri di Semenanjung Bjorvika di atas lahan seluas 38.500 meter persegi, kira-kira seluas empat lapangan sepakbola. Ia dibuka oleh Raja Harald V dari Norwegia pada 12 April 2008.
Kirsten Flagstads Plass 1, N-0150, Oslo, Norwegia; T.47 8154 4488; www.oslooperahouse.com



sumber :
JalanJalan Magz (2009)
http://ilovepicz.blogspot.com/
http://en.wikipedia.org/
http://www.guardian.co.uk/
http://www.trekearth.com/
http://travelandliving.archzine.com/
http://blog.livedesignonline.com/

0 comments: